🕌 Perencanaan Haji

Kalkulator Tabungan Haji 2026

Simulasi menabung untuk biaya haji (BIPIH), estimasi kenaikan biaya selama antrian, dan perencanaan untuk keluarga. Mulai persiapkan sejak dini.

BIPIH 2025 ~Rp 55–60 juta
Setoran awal Rp 25 juta
Antrian 20–40+ tahun
🕌
Simulasi Tabungan Haji
BIPIH 2025: ~Rp 55–60 juta. Biasanya naik 3–7% per tahun. Lihat estimasi kenaikan di simulator bawah.
%/thn
Progress Menuju Setoran Awal (Rp 25 juta)
Target: Rp 25 juta
Waktu Capai Target BIPIH
Capai Setoran Awal (25 jt)
Total Tabungan di Akhir
Target biaya haji
Tabungan awal
Setoran rutin per bulan
Nisbah/bunga per tahun
Total disetorkan
Bunga/bagi hasil yang diperoleh
💡 Setelah terkumpul Rp 25 juta, segera daftarkan di bank penerima setoran BPIH (BSI, BRI Syariah, BTN Syariah, dll.) untuk mendapatkan nomor porsi haji. Nomor porsi = posisi dalam antrian.
AnggotaSudah Ada (Rp)Rutin/bln
%
AnggotaTargetWaktu CapaiRutin/bln
Total Tabungan Rutin per Bulan (Semua Anggota)
Total target BIPIH keluarga
📈
Simulasi Kenaikan Biaya Haji & Dampak Antrian Simulasi Interaktif

Biaya haji (BIPIH) naik rata-rata 5–10% per tahun. Saat Anda berangkat 20–30 tahun lagi, biayanya bisa jauh lebih besar. Siapkan lebih awal!

%/thn
tahun lagi
Estimasi BIPIH saat Anda Berangkat
BIPIH saat ini
Kenaikan per tahun
Dalam berapa tahun
Kenaikan nominal
Tabungan rutin yang disarankan (untuk BIPIH proyeksi)
Proyeksi BIPIH per Tahun Keberangkatan
⚠️ Semakin lama antrian, semakin besar biaya haji yang harus disiapkan. Daftar lebih awal dan menabung konsisten adalah kunci.
🗺️
Estimasi Antrian Haji per Provinsi Simulasi Interaktif

Waktu tunggu haji sangat berbeda antar provinsi. Pilih provinsi untuk lihat estimasi BIPIH saat berangkat dan berapa harus ditabung per bulan.

%
Tabungan Rutin per Bulan yang Disarankan
Estimasi antrian tunggu
Estimasi BIPIH saat berangkat
Kekurangan dari tabungan ada
Perbandingan Semua Provinsi (BIPIH Proyeksi)
* Data antrian bersifat estimasi berdasarkan statistik SISKOHAT terbaru. Antrian aktual dapat berubah sesuai kebijakan pemerintah. Cek siskohat.kemenag.go.id untuk data terkini.
📋
Info BPIH 2025
BIPIH (biaya jamaah)
Dibayar calon jamaah
~55–60 jt
Setoran awal pendaftaran
Untuk dapat nomor porsi
Rp 25 jt
Nisbah tabungan haji
Bank syariah (estimasi)
3–5%/thn
Kenaikan BIPIH historis
Rata-rata per tahun
5–10%/thn
Antrian nasional rata-rata
Bervariasi per provinsi
20–40 thn
BPIH = BIPIH + komponen subsidi pemerintah (dari nilai manfaat dana haji yang dikelola BPIH).
💡
Tips Persiapan Haji
Daftar lebih awal — antrian 20–40 tahun, semakin cepat daftar semakin cepat giliran
🏦Gunakan bank syariah resmi (BSI, BTN Syariah, BRI Syariah) yang jadi bank penerima BPIH
📱Pantau nomor porsi via SISKOHAT Kemenag di siskohat.kemenag.go.id
💰Targetkan lebih dari BIPIH — siapkan buffer 20–30% untuk kenaikan biaya dan biaya pribadi
👨‍👩‍👧Daftarkan suami/istri bersamaan — agar selisih antrian tidak terlalu jauh untuk berangkat bersama

Kalkulator Tabungan Haji 2026 — Simulasi Dana dan Perkiraan Keberangkatan

Kalkulator tabungan haji ini membantu Anda merencanakan persiapan finansial ibadah haji — salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan bagi Muslim yang mampu (istitha'ah). Perencanaan keuangan haji di Indonesia memerlukan perhitungan jangka panjang karena antrian haji reguler saat ini berkisar antara 10 hingga 40+ tahun tergantung provinsi asal. Dengan memasukkan dana yang sudah disiapkan, setoran rutin yang bisa dilakukan, dan estimasi kenaikan biaya tahunan, kalkulator ini memperkirakan kapan dana Anda akan mencukupi BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) saat giliran tiba.

Komponen biaya haji di Indonesia terdiri dari: BIPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji) yang merupakan porsi yang dibayar langsung oleh jamaah, dan komponen subsidi yang berasal dari nilai manfaat Dana Abadi Umat yang dikelola BPIH (Badan Pengelola Keuangan Haji). BIPIH 2025 berkisar antara Rp 55–60 juta per orang tergantung embarkasi. Dengan mempertimbangkan kenaikan biaya historis rata-rata 5–8% per tahun dan lama antrian masing-masing daerah, total dana yang perlu disiapkan bisa jauh melebihi BIPIH saat ini.

Antrian Haji Indonesia — Berapa Lama Menunggu dan Faktor Penentunya

Antrian haji Indonesia adalah yang terpanjang di dunia, disebabkan oleh kombinasi jumlah Muslim terbesar (230+ juta) dan kuota haji Indonesia yang dibatasi oleh Arab Saudi. Kuota haji Indonesia berkisar 221.000 jamaah per tahun (2024–2025), dari daftar tunggu yang mencapai lebih dari 5 juta jamaah. Antrian rata-rata nasional sekitar 20–30 tahun, namun sangat bervariasi per provinsi: Sulawesi Selatan dan beberapa provinsi di Kalimantan bisa mencapai 35–45 tahun, sementara provinsi dengan jumlah pendaftar lebih sedikit bisa lebih pendek.

Cara mengecek estimasi antrian: masuk ke SISKOHAT (Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu) di siskohat.kemenag.go.id menggunakan nomor porsi haji. Nomor porsi diperoleh setelah mendaftar dan menyetor setoran awal Rp 25 juta di bank penerima BPIH resmi. Faktor yang mempengaruhi antrian: provinsi domisili, kebijakan kuota yang berubah, program haji khusus (biaya lebih mahal, antrian lebih pendek), dan kemungkinan perubahan kebijakan kuota oleh Arab Saudi di masa depan.

AspekHaji RegulerHaji Khusus (ONH Plus)
Biaya~Rp 55–65 juta (BIPIH)USD 8.000–15.000 (~Rp 130–240 juta)
Antrian20–40+ tahun5–9 tahun
Setoran AwalRp 25 jutaRp 5.000 USD (dibayar penuh)
FasilitasStandarHotel bintang 4–5, akomodasi premium
PengelolaKemenag → BPIHPPIU (Travel berizin Kemenag)
Kuota Nasional~221.000/tahun~17.000/tahun

Strategi Menabung untuk Haji — Produk dan Tips Persiapan Dana

Persiapan finansial haji memerlukan perencanaan jangka panjang mengingat lamanya antrian. Produk keuangan yang paling umum digunakan: Tabungan Haji BSI (Bank Syariah Indonesia) — bank penerima BPIH terbesar, setoran minimal Rp 50.000/bulan, tidak bisa ditarik sembarangan setelah terdaftar, mendapat bagi hasil (nisbah). Rekening tabungan haji bank lain (BRI Syariah, BTN Syariah, Bank Muamalat, BNI Syariah) juga merupakan bank penerima BPIH resmi. Semua tabungan haji menggunakan prinsip syariah (akad wadi'ah atau mudharabah), tidak ada bunga konvensional.

Strategi tabungan yang direkomendasikan: (1) Mulai sesegera mungkin — semakin dini mendaftar, semakin pendek antrian efektif saat tabungan sudah cukup. (2) Target minimal setoran Rp 25 juta dulu untuk mendapatkan nomor porsi — barulah menabung untuk melunasi sisa BIPIH saat dipanggil. (3) Pertimbangkan investasi syariah jangka panjang (reksa dana syariah, sukuk ritel) untuk bagian tabungan di atas Rp 25 juta agar nilainya berkembang selama masa tunggu yang panjang. (4) Hitung asumsi kenaikan BIPIH 5–8% per tahun dalam simulasi — BIPIH yang saat ini Rp 60 juta bisa menjadi Rp 130–200 juta dalam 15–20 tahun dengan kenaikan tersebut.

Proses Pendaftaran Haji Reguler — Langkah demi Langkah

Mendaftar haji reguler di Indonesia mengikuti alur yang sudah terstandar. Pertama, siapkan dokumen yang diperlukan: KTP asli yang masih berlaku, Kartu Keluarga (KK), akta lahir atau akta nikah (untuk penyesuaian nama di KK jika berbeda), buku tabungan haji, dan pas foto terbaru. Datangi bank penerima BPIH resmi (BSI, BRI, BNI, BTN, Mandiri Syariah, dan bank syariah daerah lainnya) untuk membuka rekening tabungan haji dan menyetorkan setoran awal Rp 25 juta.

Setelah rekening aktif dan setoran awal terpenuhi, bank akan memproses pendaftaran ke SISKOHAT Kemenag dan Anda akan mendapat Nomor Porsi — nomor urut antrian haji yang permanen. Simpan nomor porsi ini baik-baik dan gunakan untuk memantau estimasi keberangkatan di SISKOHAT. Saat dipanggil Kemenag (biasanya 1–2 tahun sebelum jadwal berangkat), Anda harus melunasi sisa BIPIH dan mengikuti manasik haji yang wajib. Calon jamaah haji harus berusia minimal 12 tahun saat mendaftar — namun baru bisa berangkat setelah memenuhi syarat istithaah (kemampuan fisik, mental, dan finansial) saat dipanggil.

TahapanKeteranganWaktu
Buka rekening & setor Rp 25 jutaDi bank penerima BPIHHari H
Terima Nomor PorsiTanda resmi terdaftar antrian1–3 hari kerja
Masa tunggu antrian10–40 tahun tergantung provinsiBertahun-tahun
Pelunasan BIPIHDipanggil Kemenag ~1 tahun sebelum berangkat~1 tahun sebelum berangkat
Manasik haji wajibPelatihan tata cara ibadah haji3–6 bulan sebelum berangkat
KeberangkatanDzulqa'dah–Dzulhijjah (musim haji)Sesuai jadwal kloter

Dana Abadi Umat dan Transparansi Pengelolaan Dana Haji

Semua setoran awal dan tabungan haji dikelola oleh BPIH (Badan Pengelola Keuangan Haji) yang berdiri sejak 2014 berdasarkan UU No. 34/2014. BPIH adalah badan independen yang bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan keuangan haji secara syariah, transparan, dan akuntabel. Dana yang dikelola BPIH saat ini mencapai ratusan triliun rupiah dan diinvestasikan dalam instrumen syariah: Sukuk Negara (SBSN), Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI), deposito perbankan syariah, dan instrumen investasi halal lainnya.

Nilai manfaat (imbal hasil) dari pengelolaan dana ini digunakan untuk tiga tujuan: (1) mensubsidi sebagian BIPIH sehingga tidak membebani jamaah sepenuhnya, (2) membiayai operasional BPIH, dan (3) dikembalikan sebagai bagian dari Dana Abadi Umat untuk program sosial dan keagamaan. Jamaah bisa memantau transparansi pengelolaan dana di website resmi BPIH (bpkh.go.id) yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh BPK dan auditor independen.

Pertanyaan Umum (FAQ) Tabungan Haji 2026

Berapa biaya haji 2026 yang harus disiapkan?
BIPIH (porsi yang dibayar jamaah) 2025 berkisar Rp 55–60 juta tergantung embarkasi. Angka ini berubah setiap tahun — naik rata-rata 5–8% per tahun historisnya. Karena antrian bisa 20–30 tahun, biaya saat giliran Anda bisa Rp 130–250 juta. Gunakan simulator kenaikan biaya di kalkulator ini untuk memperkirakan dana yang perlu disiapkan sesuai estimasi tahun keberangkatan Anda.
Apa itu setoran awal Rp 25 juta dan kemana uang tersebut pergi?
Setoran awal Rp 25 juta adalah syarat mendapat nomor porsi haji. Dana ini dikelola oleh BPIH (Badan Pengelola Keuangan Haji) melalui investasi syariah — sukuk negara, deposito syariah, dan instrumen halal lainnya. Dana menghasilkan nilai manfaat yang digunakan untuk mensubsidi sebagian biaya penyelenggaraan haji. Uang Anda aman dan bisa dikembalikan jika membatalkan pendaftaran, minus biaya administrasi.
Berapa lama antrian haji Indonesia saat ini?
Rata-rata nasional sekitar 20–30 tahun. Bervariasi per provinsi: Sulawesi Selatan dan Kalimantan bisa 35–45 tahun; beberapa provinsi dengan pendaftar lebih sedikit bisa 15–20 tahun. Cek estimasi antrian akurat berdasarkan nomor porsi Anda di siskohat.kemenag.go.id. Haji khusus (ONH Plus) antriannya jauh lebih pendek: 5–9 tahun dengan biaya lebih mahal (USD 8.000–15.000).
Apakah bisa mendaftar haji untuk orang tua yang sudah sepuh?
Bisa, dengan pertimbangan matang. Jika orang tua berusia 60 tahun dan antrian 25 tahun, mereka baru berangkat di usia 85 tahun — secara fisik mungkin tidak memungkinkan. Solusi: pertimbangkan haji khusus (antrian 5–9 tahun), atau daftarkan orang tua sekarang sambil pantau antrian dan kondisi kesehatan. Jamaah yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan bisa di-badal-kan (haji badal) oleh orang lain jika sudah pernah mendaftar.
Bank mana yang terbaik untuk membuka tabungan haji?
Semua bank penerima BPIH resmi aman karena diawasi oleh OJK dan Kemenag. Pilihannya: BSI (terbesar, jaringan paling luas), BRI, BNI, BTN, Mandiri Syariah, dan bank syariah daerah (BPD Syariah). Pertimbangan memilih: kemudahan akses cabang di dekat rumah, fitur digital (mobile banking untuk pantau saldo), dan bagi hasil yang kompetitif. Pastikan bank tersebut termasuk dalam daftar bank penerima BPIH resmi Kemenag tahun berjalan.
Apa itu haji furoda dan haji mujamalah?
Haji furoda (haji non-kuota) menggunakan visa haji yang diperoleh langsung dari pemerintah Arab Saudi melalui undangan resmi — bukan dari kuota Indonesia. Tidak ada antrian tapi harga sangat mahal (USD 15.000–25.000+) dan hanya bisa melalui travel tertentu. Haji mujamalah adalah haji dengan visa undangan resmi dari pemerintah Arab Saudi (umumnya untuk pejabat atau undangan khusus). Keduanya legal jika menggunakan visa haji yang sah, bukan visa umrah yang disalahgunakan untuk berhaji.
Bisakah tabungan haji ditarik kembali sebelum berangkat?
Setoran awal Rp 25 juta yang sudah menghasilkan nomor porsi bisa dikembalikan jika membatalkan pendaftaran — dengan konsekuensi kehilangan nomor porsi dan harus antri dari awal jika mendaftar lagi. Prosesnya melalui Kemenag setempat. Tabungan di atas setoran awal (yang belum digunakan untuk mendaftar) umumnya bisa ditarik sesuai ketentuan bank. Setelah pelunasan BIPIH dan proses keberangkatan dimulai, pembatalan lebih rumit dan ada ketentuan khusus dari Kemenag.
Apakah ada program haji yang lebih cepat dari haji reguler tanpa harus bayar ONH Plus?
Ada beberapa jalur: (1) Haji khusus (ONH Plus) — antrian 5–9 tahun, biaya USD 8.000–15.000. (2) Haji bagi disabilitas — ada kuota khusus di beberapa daerah. (3) Perpindahan embarkasi ke daerah dengan antrian lebih pendek — bisa dilakukan dengan pindah domisili secara resmi. (4) Haji furoda — visa langsung dari Arab Saudi, mahal dan kuota terbatas. Tidak ada cara legal untuk mempersingkat antrian haji reguler tanpa biaya tambahan atau pindah domisili.