🕌 Waktu Sholat

Kalkulator Waktu Sholat 2026

Hitung jadwal sholat (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya) berdasarkan koordinat lokasi dan tanggal. Metode Kemenag RI / MUI.

🕌
Hitung Waktu Sholat
Pilih Kota (atau masukkan koordinat manual)
°
°
⚠️ Waktu sholat ini adalah hasil perhitungan astronomis dan mungkin berbeda ±1–3 menit dari jadwal resmi Kemenag. Untuk jadwal resmi, gunakan aplikasi Kemenag RI atau simasjid.kemenag.go.id.
📋
Kota Referensi (WIB)
💡
Tentang Waktu Sholat
🌅Subuh: 20° sebelum matahari terbit (fajar shadiq). Di Indonesia umum digunakan sudut 20°
☀️Dzuhur: Saat matahari di meridian tertinggi (tengah hari astronomis) + 2 menit
🌤️Ashar: Saat panjang bayangan = panjang benda + bayangan saat Dzuhur (mazhab Syafi'i)
🌆Maghrib: Sesaat setelah matahari terbenam (0° + 1 menit koreksi)
🌙Isya: 18° setelah matahari terbenam (senja astronomis berakhir)

Cara Menghitung Waktu Sholat

Waktu sholat dihitung berdasarkan posisi matahari relatif terhadap lokasi pengamat. Perhitungan memerlukan koordinat lintang (latitude) dan bujur (longitude) lokasi, tanggal, dan zona waktu. Algoritma yang digunakan mengacu pada metode Kemenag RI (Subuh 20°, Isya 18°) yang telah disesuaikan untuk wilayah Indonesia.

FAQ

Mengapa waktu sholat berbeda di setiap kota?
Waktu sholat bergantung pada posisi matahari yang berbeda di setiap lokasi. Kota di bujur timur akan mendapat waktu sholat lebih awal. Di Indonesia, perbedaan antara Sabang (Aceh) di barat dan Merauke (Papua) mencapai sekitar 3 jam. Ini mengapa Indonesia dibagi tiga zona waktu: WIB (UTC+7), WITA (UTC+8), dan WIT (UTC+9).
Apa bedanya metode Kemenag dan MUI dalam perhitungan waktu sholat?
Metode Kemenag/MUI Indonesia menggunakan sudut Subuh 20° dan Isya 18°. Perbedaan metode menghasilkan selisih beberapa menit pada waktu Subuh dan Isya. Organisasi Islami berbeda kadang menggunakan metode berbeda — ISNA (Amerika) menggunakan 15°, sedangkan Mesir menggunakan 19,5°. Untuk penggunaan sehari-hari di Indonesia, jadwal dari Kemenag adalah yang paling diakui.