Pilih trimester atau masukkan usia kehamilan untuk melihat gejala umum, tips, dan pemeriksaan yang perlu dilakukan.
Pilih minggu kehamilan untuk melihat ukuran, berat, dan perkembangan janin. Data berdasarkan rata-rata klinis.
Pantau perkembangan janin minggu per minggu โ ukuran, berat, organ yang terbentuk, dan pergerakan bayi. Lengkap dengan gejala & tips per trimester. Berbeda dari kalkulator HPL.
Pilih trimester atau masukkan usia kehamilan untuk melihat gejala umum, tips, dan pemeriksaan yang perlu dilakukan.
Pilih minggu kehamilan untuk melihat ukuran, berat, dan perkembangan janin. Data berdasarkan rata-rata klinis.
Kalkulator kehamilan di atas menghitung usia kehamilan dalam minggu dan hari berdasarkan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir), memperkirakan HPL (Hari Perkiraan Lahir), dan menampilkan perkembangan janin serta gejala umum per minggu. Usia kehamilan dihitung dari HPHT, bukan dari tanggal pembuahan โ ini adalah standar medis internasional yang digunakan seluruh dokter dan bidan di Indonesia. Alasannya: tanggal pembuahan sulit diketahui dengan pasti, sementara HPHT biasanya lebih mudah diingat.
Kehamilan penuh berlangsung selama 40 minggu (280 hari) sejak HPHT. HPL dihitung dengan Rumus Naegele: HPL = HPHT + 7 hari โ 3 bulan + 1 tahun (untuk siklus 28 hari). Contoh: HPHT 1 Januari 2026 โ HPL = 8 Oktober 2026. Namun HPL bukan tanggal pasti melahirkan โ hanya sekitar 5% bayi lahir tepat pada HPL. Persalinan yang terjadi antara minggu ke-37 hingga ke-42 dianggap normal (aterm). Jika HPL sudah lewat lebih dari 2 minggu, dokter akan merekomendasikan induksi untuk keselamatan ibu dan bayi.
Trimester 1 (Minggu 1โ12) adalah periode paling kritis dalam perkembangan janin. Seluruh organ vital terbentuk pada trimester ini โ jantung mulai berdetak pada minggu ke-6, otak dan sumsum tulang belakang mulai terbentuk sejak minggu ke-3, dan anggota tubuh mulai terbentuk pada minggu ke-8. Pada akhir trimester 1 (minggu ke-12), janin sudah berukuran ~5โ6 cm dan berat ~14 gram. Semua refleks dasar sudah ada meski sangat kecil. Risiko keguguran tertinggi di trimester ini (~80% dari semua keguguran terjadi di trimester 1), terutama dalam 8 minggu pertama.
Trimester 2 (Minggu 13โ27) sering disebut "trimester terbaik" โ morning sickness biasanya mereda, energi kembali, dan perut mulai terlihat. Gerakan janin pertama kali dirasakan (quickening) antara minggu 18โ22 untuk kehamilan pertama, dan lebih awal untuk kehamilan berikutnya. Pada minggu ke-20, USG anatomi lengkap dilakukan untuk memeriksa organ-organ janin dan bisa mengetahui jenis kelamin. Di akhir trimester 2 (minggu ke-27), janin berukuran ~37 cm dan berat ~900 gram. Trimester 3 (Minggu 28โ40) adalah fase pematangan โ paru-paru matang, otak berkembang pesat, janin menambah lemak subkutan untuk termoregulasi. Pada minggu ke-36, janin umumnya sudah berada dalam posisi kepala di bawah siap lahir.
| Trimester | Minggu | Ukuran Janin | Milestone Penting |
|---|---|---|---|
| Trimester 1 | 1โ12 | Sel โ 5โ6 cm | Pembentukan organ vital, jantung berdetak (mg 6), USG pertama |
| Trimester 2 (awal) | 13โ20 | 6โ25 cm | Gerakan janin pertama, USG anatomi (mg 18โ20) |
| Trimester 2 (akhir) | 21โ27 | 25โ37 cm | Janin mulai bisa mendengar, mata terbuka (mg 26) |
| Trimester 3 (awal) | 28โ34 | 37โ45 cm | Paru-paru matang bertahap, posisi kepala mulai ke bawah |
| Trimester 3 (akhir) | 35โ40 | 45โ51 cm | Siap lahir, antibodi ibu ditransfer, berat ideal 2,5โ4 kg |
Setiap trimester membawa perubahan fisik dan emosional yang berbeda. Trimester 1: morning sickness (mual dan muntah, bisa sepanjang hari bukan hanya pagi hari) dialami oleh 70โ80% ibu hamil, biasanya memuncak di minggu ke-8โ10 dan mereda di minggu ke-12โ14. Kelelahan ekstrem, nyeri payudara, dan sering buang air kecil juga sangat umum. Pusing ringan karena penurunan tekanan darah adalah normal. Tanda bahaya trimester 1: perdarahan lebih dari flek ringan, nyeri perut hebat satu sisi (bisa menandakan kehamilan ektopik), dan hiperemesis gravidarum (muntah berlebihan sampai dehidrasi) โ semua perlu evaluasi medis segera.
Trimester 2: energi kembali untuk kebanyakan ibu, perut semakin membesar, dan kadang terasa kram ringan di ligamen (round ligament pain) saat bergerak โ normal. Hidung tersumbat, gusi berdarah, dan varises kecil adalah efek hormonal yang umum. Trimester 3: sesak napas karena rahim menekan diafragma, sulit tidur, nyeri punggung, dan kontraksi Braxton Hicks (kontraksi palsu, tidak teratur, tidak semakin kuat) adalah normal. Tanda bahaya yang harus segera ke IGD: perdarahan hebat, kontraksi teratur dan kuat sebelum minggu ke-37, penurunan atau berhentinya gerakan janin, sakit kepala hebat dengan gangguan penglihatan (tanda preeklamsia), dan pecah ketuban.
Kemenkes Indonesia merekomendasikan minimal 6 kali kunjungan ANC (Antenatal Care) selama kehamilan berdasarkan panduan terbaru: 2 kali di trimester 1, 1 kali di trimester 2, dan 3 kali di trimester 3. Pemeriksaan rutin meliputi pengukuran tinggi fundus uteri, detak jantung janin, tekanan darah ibu, berat badan, dan pemeriksaan laboratorium dasar. USG direkomendasikan minimal 3 kali: trimester 1 (konfirmasi kehamilan dan usia gestasi), trimester 2 (USG morfologi/anatomi lengkap minggu 18โ22), dan trimester 3 (posisi janin dan estimasi berat lahir).
Suplemen penting selama kehamilan: Asam folat (400โ800 mcg/hari) sangat penting sejak sebelum hamil hingga minimal minggu ke-12 untuk mencegah cacat tabung saraf seperti spina bifida. Zat besi (60 mg/hari) untuk mencegah anemia โ sangat umum pada ibu hamil Indonesia dan meningkatkan risiko berat lahir rendah. Kalsium (1.000 mg/hari) untuk pembentukan tulang janin. Yodium penting untuk perkembangan otak janin โ gunakan garam beryodium. Vitamin D juga direkomendasikan terutama untuk yang jarang terpapar sinar matahari.
| Suplemen | Dosis Harian | Fungsi Utama | Dimulai Sejak |
|---|---|---|---|
| Asam folat | 400โ800 mcg | Cegah cacat tabung saraf | Sebelum hamil โ minggu ke-12 |
| Zat besi | 60 mg | Cegah anemia, pertumbuhan janin | Trimester 1 โ persalinan |
| Kalsium | 1.000 mg | Pembentukan tulang dan gigi janin | Trimester 2โ3 |
| Yodium | 220 mcg | Perkembangan otak janin | Seluruh kehamilan |
| Vitamin D | 600โ1.000 IU | Absorpsi kalsium, imunitas | Seluruh kehamilan |
| Omega-3 (DHA) | 200โ300 mg DHA | Perkembangan otak dan mata janin | Trimester 2โ3 |
Kebutuhan kalori ibu hamil meningkat secara bertahap: tidak ada tambahan di trimester 1 (janin masih sangat kecil), +340 kalori/hari di trimester 2, dan +450 kalori/hari di trimester 3. Ini setara dengan 1โ2 camilan bergizi tambahan, bukan "makan untuk dua orang". Mitos "makan dua kali lipat saat hamil" adalah salah satu penyebab utama kenaikan berat badan berlebih yang meningkatkan risiko diabetes gestasional dan preeklamsia.
Makanan yang perlu dihindari selama kehamilan: ikan tinggi merkuri (ikan hiu, ikan pedang, king mackerel), daging mentah atau setengah matang (risiko toksoplasmosis dan Listeria), telur mentah (risiko Salmonella), produk susu tidak pasteurisasi, dan alkohol (tidak ada dosis aman). Batasi kafein maksimal 200mg/hari (~2 cangkir kopi). Hindari jamu-jamuan yang tidak terjamin keamanannya selama kehamilan โ beberapa tanaman obat tradisional Indonesia bisa memicu kontraksi atau bersifat teratogenik.