👶 Pertumbuhan Bayi

Kalkulator Berat Bayi 2026

Cek status gizi bayi berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. Masukkan usia dan berat bayi untuk mengetahui Z-score, kategori gizi, dan perbandingan dengan median WHO.

Standar WHO Child Growth 2006
Usia 0–24 bulan
Z-score Gizi Baik: −2 s.d. +2
👶
Cek Status Gizi Bayi
bln
kg
Status Gizi (BB/U)
Berat bayi
Median WHO (usia ini)
Z-score
Persentil (estimasi)
Selisih dari median
Kisaran normal (Z −2 s.d. +2)
Posisi di Kurva Pertumbuhan WHO
🟢 Median (Z=0) — Z±1 — Z±2 (batas normal) — Z±3 🔴 Posisi bayi Anda

Catat berat bayi dari waktu ke waktu untuk memantau tren pertumbuhan. Pertumbuhan konsisten lebih penting dari angka tunggal.

Tanggal / CatatanUsia (bln)Berat (kg)Status
Tren pertumbuhan: pastikan berat bayi terus naik sesuai garis pertumbuhan. Berat stagnan atau turun selama 2 bulan berturut-turut perlu dikonsultasikan ke dokter/bidan.
📊
Tabel Berat Badan Normal Bayi WHO Referensi Interaktif

Kisaran berat badan normal (Z-score −2 s.d. +2) berdasarkan standar WHO Child Growth 2006. Baris yang disorot = usia bayi Anda.

UsiaZ −3 (Gizi Buruk)Z −2 (Batas Normal)Median (Z 0)Z +2Z +3
* Standar WHO Child Growth 2006 digunakan sebagai referensi di Indonesia (Permenkes No. 2/2020). Nilai Z-score dihitung berdasarkan distribusi berat badan populasi anak sehat yang diasuh optimal.
🎯
Klasifikasi Status Gizi Anak Referensi

Berdasarkan Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Penilaian status gizi menggunakan indikator BB/U (Berat Badan menurut Umur).

⚕️ Kalkulator ini hanya alat bantu informasi. Pemantauan tumbuh kembang bayi sebaiknya dilakukan rutin di Posyandu, Puskesmas, atau dokter anak. Jika ada kekhawatiran tentang pertumbuhan bayi, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
📋
Status Gizi Z-Score
Gizi Buruk
Severe underweight
< −3 SD
Gizi Kurang
Underweight
−3 s.d. −2 SD
Gizi Baik
Normal weight
−2 s.d. +2 SD
Risiko Gizi Lebih
At risk overweight
+2 s.d. +3 SD
Gizi Lebih
Overweight
> +3 SD
💡
Tips Pemantauan Gizi Bayi
📅Timbang rutin di Posyandu — setiap bulan selama 0–2 tahun untuk memantau pertumbuhan
🤱ASI eksklusif 6 bulan — terbukti mendukung pertumbuhan optimal dan perlindungan imun
🍳MPASI mulai 6 bulan — mulai bertahap dari tekstur halus, perkaya dengan protein dan lemak baik
⚠️Waspadai berat stagnan — jika berat tidak naik 2 bulan berturut-turut, segera konsultasi nakes

Kurva Pertumbuhan WHO untuk Bayi Indonesia

Indonesia menggunakan Standar Antropometri WHO Child Growth 2006 sebagai referensi pertumbuhan anak, sebagaimana ditetapkan dalam Permenkes No. 2 Tahun 2020. Standar ini dibuat berdasarkan penelitian MGRS (Multicentre Growth Reference Study) pada anak-anak yang diasuh secara optimal di 6 negara.

Status gizi berdasarkan Berat Badan menurut Umur (BB/U) dinilai melalui Z-score. Z-score adalah deviasi berat badan anak dari nilai median populasi referensi, dibagi dengan standar deviasi. Anak dengan Z-score antara −2 dan +2 diklasifikasikan sebagai Gizi Baik.

FAQ

Berapa berat badan normal bayi baru lahir?
Berat badan lahir normal adalah 2.500–4.000 gram. Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram disebut BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan memerlukan pemantauan ketat. Median WHO untuk bayi laki-laki baru lahir adalah 3,3 kg dan perempuan 3,2 kg.
Seberapa cepat bayi seharusnya bertambah berat?
Panduan umum: Bulan 1–3: naik 150–200 gram/minggu. Bulan 4–6: naik 100–150 gram/minggu. Bulan 7–12: naik 70–80 gram/minggu. Berat badan rata-rata bayi berlipat dua dari berat lahir di usia 4–5 bulan, dan tiga kali lipat di usia 1 tahun. Namun, variasi individual tetap normal selama garis pertumbuhan konsisten naik.
Apa yang harus dilakukan jika berat bayi di bawah normal?
Segera konsultasikan ke dokter anak, bidan, atau ahli gizi. Tindakan awal: pastikan frekuensi menyusui cukup (8–12 kali/hari untuk bayi 0–6 bulan), evaluasi teknik menyusui, dan pertimbangkan supplementasi jika diperlukan. Untuk bayi di atas 6 bulan, evaluasi kecukupan MPASI. Posyandu tersedia gratis di seluruh Indonesia untuk pemantauan rutin.