Kalkulator Berat Badan Bayi
Pantau pertumbuhan bayi dan balita Anda berdasarkan standar pertumbuhan WHO (World Health Organization) yang digunakan secara resmi oleh Kemenkes RI dalam buku KMS (Kartu Menuju Sehat).
Standar Pertumbuhan WHO untuk Bayi Indonesia
Indonesia mengadopsi standar pertumbuhan WHO 2006 (WHO Child Growth Standards) sebagai acuan resmi dalam pemantauan pertumbuhan anak. Standar ini didasarkan pada data anak dari berbagai negara yang tumbuh dalam kondisi optimal (ASI eksklusif, tidak merokok, bebas penyakit).
Standar ini menggunakan Z-Score atau SD (Standar Deviasi) untuk mengklasifikasikan status gizi anak berdasarkan indikator:
- BB/U — Berat Badan menurut Umur: mendeteksi gizi kurang/lebih
- TB/U atau PB/U — Tinggi/Panjang Badan menurut Umur: mendeteksi stunting
- BB/TB — Berat Badan menurut Tinggi/Panjang Badan: mendeteksi wasting/obesitas
Berat Badan Normal Bayi Berdasarkan Usia
| Usia | BB Normal Laki-laki (kg) | BB Normal Perempuan (kg) | Panjang Normal (cm) |
|---|---|---|---|
| Lahir | 2,9 – 3,9 | 2,8 – 3,7 | 46 – 53 |
| 1 bulan | 3,4 – 5,1 | 3,2 – 4,8 | 50 – 57 |
| 2 bulan | 4,3 – 6,3 | 3,9 – 5,8 | 53 – 61 |
| 3 bulan | 5,0 – 7,2 | 4,5 – 6,6 | 56 – 64 |
| 6 bulan | 6,4 – 9,0 | 5,7 – 8,2 | 63 – 71 |
| 9 bulan | 7,1 – 10,2 | 6,3 – 9,3 | 68 – 76 |
| 12 bulan | 7,7 – 11,0 | 6,9 – 10,1 | 71 – 80 |
| 18 bulan | 8,8 – 12,7 | 7,8 – 11,8 | 77 – 87 |
| 24 bulan | 9,7 – 14,3 | 8,7 – 13,2 | 82 – 93 |
| 36 bulan | 11,3 – 17,2 | 10,5 – 16,5 | 88 – 102 |
| 48 bulan | 13,0 – 20,5 | 12,1 – 19,8 | 95 – 110 |
| 60 bulan | 14,5 – 23,5 | 13,7 – 22,9 | 100 – 116 |
*Rentang normal = -2 SD hingga +2 SD standar WHO. Sumber: WHO Child Growth Standards 2006 / Kemenkes RI.
Cara Menggunakan Kalkulator Ini
- Pilih jenis kelamin bayi (laki-laki atau perempuan)
- Pilih usia bayi dalam bulan (0 = baru lahir, 60 = 5 tahun)
- Masukkan berat badan terbaru dari timbangan
- Masukkan panjang/tinggi badan (opsional, untuk deteksi stunting)
- Klik "Cek Pertumbuhan Bayi" untuk melihat status gizi
Mengenal Stunting dan Pencegahannya
Stunting (gagal tumbuh) adalah kondisi di mana tinggi badan anak lebih pendek dari standar seusianya (TB/U < -2 SD). Indonesia masih menghadapi masalah stunting — berdasarkan SSGI 2022, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6%.
Penyebab utama stunting:
- Kekurangan gizi kronis sejak dalam kandungan (1.000 HPK — Hari Pertama Kehidupan)
- ASI tidak eksklusif dan MPASI yang tidak bergizi
- Infeksi berulang (diare, ISPA) yang mengganggu penyerapan gizi
- Sanitasi buruk dan air minum tidak aman
Pencegahan stunting dimulai sejak kehamilan: gizi ibu hamil, pemeriksaan rutin, ASI eksklusif 6 bulan, MPASI bergizi, dan imunisasi lengkap.